Take It To The Next Level

Juli 4, 2008 at 2:30 pm | In Fun | No Comments
Tags: ,

Speed Internet di Tempat KP

Juni 24, 2008 at 7:15 pm | In Curhat | 11 Comments
Tags: , , ,

Cerita-cerita mulai dari sampai di Jakarta dan hari pertama Kerja Praktek untuk saat ini di skip dulu. Soalnya mau narsis-narsisan dulu nih, he..heh…

Ini speed internet di tempat KP (Iforte Solusi Infotek):

Akses internet di sini udah kayak dari intranet aja. Kenapa bisa dapet speed segitu karena gw ada di NOC -nya langsung. Udah gitu udah pake FO pula, Jadi wajarlah….

[Review]My Blueberry Nights & An Inconvenient Truth

Juni 14, 2008 at 2:50 pm | In Uncategorized | 5 Comments
Tags: , ,

Karena hari ini gw lagi gak ada kerjaan, dan juga setelah lega karena UAS telah berakhir dan

Pra-Sidang Tugas Akhir berjalan dengan lancar, gw mengisi weekend gw dengan nonton film.

Gak tanggung-tanggung, sekaligus 2 film gw tonton! Dua film tersebut seperti yang ada di judul

postingan ini, yaitu My Blueberry Nights dan An Inconvenient Truth. Gw ceritain sinopsisnya

Satu persatu yah..
Continue reading [Review]My Blueberry Nights & An Inconvenient Truth…

Download Opera Terbaru 9.50

Juni 13, 2008 at 9:27 am | In Uncategorized | 4 Comments
Tags: , , ,

Opera 9.50
Opera baru saja meluncurkan versi terbaru web browsernya. Versi ini merupakan major version yang sudah dikembangkan cukup lama.

Silahkan download Opera 9.50 melalui link ini. Changelog/daftar perubahan dari versi sebelumnya dapat dilihat di sini.

UAS Goes Online

Juni 12, 2008 at 2:51 pm | In Curhat | 3 Comments
Tags: , , , ,

Sebelumnya ingin mengucapkan: “Akhirnya UAS di semester terakhir ini selesai juga. Yeaahhhh!!!”

Kemarin adalah hari terakhir UAS. Mata kuliahnya adalah INET2 (Internetworking 2), dan dibagi menjadi dua ujian yaitu ujian teori dan praktikum. Ada yang berbeda dari ujian teori kali ini. Baru kali inilah kampus ku memakai sistem online dalam mengerjakan UAS. Dulu, waktu aku tingkat 2 pernah juga sih sekali quiz menggunakan sistem online, waktu itu matakuliah JAVA. Yang kuingat dari quiz online JAVA yang dulu sih, kita langsung dapat mengetahui nilai yang kita peroleh ketika selesai mengerjakan quiz. Jadi, pas klik tombol Submit, dass! Muncul deh halaman yang ngasitau berapa soal yang kita jawab dengan benar dan nilainya. Hu-hu, bisa bikin sport jantung juga tuh :D
Continue reading UAS Goes Online…

The Pre-TOEFL Test Score Has Been Published

Juni 12, 2008 at 2:47 pm | In Curhat | 1 Comment
Tags: , , ,

Aahhh….., It’s been quite a long time I didn’t post in English. Now I try to write in English.

I want to tell you about The Pre-TOEFL Test that has been held in my campus three days ago. Actually, my friend Alisyah has posted about it in his blog (wrote in Bahasa). And, I agree with him that the test was ruined. There are many interferences during the test. Such the bad quality of cd used on listening test. The sound often skipped and we can’t hear clearly about what the speakers talking about are. The worst situation from the listening test is when we must repeat listening to the conversation but there is no sound at all. Meanwhile there is a question that we must answer in the answer sheet based on re-listen the statement. Damn! those things make my concentration broken. But finally, our instructor made that question as a bonus :) .

Another interference happened when we do the reading section. The reading material paper that we used is so bad. Since it is a photocopy, not originally printed, so the text on the paper can’t be seen clearly. We can’t see the highlighted text, it just coloured blackish. Meanwhile, the questions are based on the highlighted text. The instructor understand what problem we are faced. So, she manually tell to us what the highlighted text is, and we write down what she said. Honestly, for me it’s so disturbing.

When the test is over, I felt little angry, and I don’t expect too much about the result. I just wondering, what if the interferences are happen again when the real TOEFL test being held next Monday? I hope it’ll never, since the real TOEFL test is managed under professional institution, if I’m not mistaken it is from North Sumatera University (USU).

Surprisingly, last night the Pre-TOEFL test score has been published in the academic website. Quickly I open the website and see my score. Apparently, the score is just a forecast. It’s calculated based on the formula from the ‘Cambridge Preparation for the TOEFL Test’ book. The score divide into two, Lowest Score and Highest score. I’ve got 483 for the lowest and 507 for the highest. Hmmm…. I don’t know whether it’s good score or not. But I think it’s a quite good score for me. Oh ya, just for information, it is my first TOEFL test. I’ve never take any TOEFL test before, but I take English courses since I was in 4th grade in my school. From the several tests in my English course, it have similarity with the TOEFL test so it’s not so surprising anymore for me.

That’s all. I must prepare for the real TOEFL test conduct on next Monday. I hope I can improve my score as predicted before. Wish me luck! ;)

Indonesia: Pesimistis vs Optimistis

Juni 8, 2008 at 1:34 pm | In Uncategorized | 7 Comments
Tags: ,

Aku lagi bimbang nih dengan bangsa dan negara tercinta, INDONESIA . Ada suatu masa aku optimistis dengan masa depan negara ini, tapi beberapa hari kemudian rasa itu berubah 180 derajat! Aku pesimistis negara ini dapat maju dan sejajar dengan negara lain yang sudah lebih dulu maju.

Aku merasa optimis ketika membaca berita tentang prestasi yang dicapai oleh anak-anak Indonesia di tingkat dunia. Misalnya olimpiade sains (fisika, matematika, komputer). Aku bangga karena negara lain tidak dapat mengalahkan kita dan masih memperhitungkan Indonesia di tingkat dunia. Setidaknya dunia mengetahui bahwa Indonesia masih mempunyai anak-anak cerdas yang dapat dibanggakan. Aku juga merasa optimis apabila mengalami dan merasakan kerukunan sesama manusia warga Indonesia, tanpa melihat perbedaan agama, suku, atau ras. Melihat tulisan-tulisan sejarah masa lalu bangsa ini, bagaimana pemimpin-pemimpin bangsa ini dapat membuat negara ini meraih kemerdekaannya, visi dan misi mereka akan bangsa ini pada masa itu dapat membuatku kagum dan berandai-andai bagaimana jika aku hidup pada masa itu. Tetapi kenapa sekarang hampir tidak ada pemimpin seperti itu lagi? Aku optimis ketika kita bisa memecahkan masalah bersama-sama dalam satu kelompok, walaupun masalah tersebut adalah masalah kecil dan kelompoknya pun kelompok kecil. Aku optimis karena, sebelum kita dapat memecahkan masalah besar, kita harus dapat memecahkan masalah-masalah kecil terlebih dahulu, ya kan?

Ketika melihat siaran peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei yang lalu, aku juga optimis ternyata Indonesia masih belum habis. Indonesia, walaupun punya banyak perbedaan, ternyata itu bisa menjadi kekuatan bangsa ini. Indonesia kaya akan budaya, itulah kekuatan negara ini, yang mungkin tidak dimiliki oleh negara lain. Ternyata apabila hal itu dilihat sebagai suatu kesatuan, akan terasa indah dibandingkan jika kita melihat secara parsial, sebagian-sebagian. Dari semua hal di atas, media memerankan bagian yang sangat penting untuk membentuk rasa optimis di dalam diriku. Baik itu media cetak maupun elektronik. Internet pun berperan besar, soalnya aku sering melihat tulisan-tulisan di blog orang-orang yang ternyata rasa optimisnya akan negara ini masih cukup tinggi. Tulisan mereka tentu dapat mempengaruhi kita untuk semakin optimis akan masa depan negara ini.

Continue reading Indonesia: Pesimistis vs Optimistis…

Laptop Wajib Bagi Mahasiswa Baru

Juni 8, 2008 at 1:23 pm | In Curhat | 2 Comments
Tags: , , , ,

Hmm…. ada pengumuman baru dari kampus nih…

Mulai ajaran tahun depan (2008/2009), mahasiswa baru PI Del diwajibkan memakai laptop. Beritanya dapat dilihat di web SPMB PI Del. Yang ‘menarik’ dari berita tersebut adalah, mahasiswa wajib membeli laptop sesuai rekomendasi kampus, tidak boleh membeli sendiri. Mari kita bahas satu persatu. Mulai dari kewajiban membeli laptop, aku tidak tahu apakah ini malah akan memberatkan bagi sebagian mahasiswa baru atau mahasiswa baru malah semakin diuntungkan dengan kewajiban ini. Aku rasa preferensi tiap-tiap orang berbeda. Jika aku adalah salah satu orang yang termasuk dalam mahasiswa baru tahun ajaran 2008/2009, aku malah merasa beruntung dengan kewajiban ini. Dulu ketika tahun 2005, aku sedikit ‘mengancam’ orangtuaku untuk membelikanku laptop apabila aku diterima di kampus ini, he-he-he tapi kenyataannya hal itu baru kesampaian setahun setelah aku masuk ke PI Del. Kemudian bagaimana dengan mahasiswa yang keadaan ekonominya sedikit lebih susah. Baiklah, kita sekarang sudah membicarakan keadaan ekonomi, maka kita akan membicarakan harga laptop yang kita bahas kali ini.

Lewat berita tersebut, harga laptopnya dapat kita sebutkan seharga Rp 6.900.000 . Yang perinciannya adalah sebagai berikut: Rp 500.000 sebagai uang muka yang dibayarkan pada saat pendaftaran ulang dan sisanya diangsurkan setiap bulan sebesar Rp 200.000 selama 32 bulan, terhitung mulai bulan Januari 2009. Perlu disampaikan bahwa fasilitas kredit kepemilikan laptop tersebut tanpa bunga. Dengan uang sebesar itu, aku belum tahu spesifikasi laptop seperti apa yang akan kita dapatkan, karena selain tidak disebutkan oleh pihak kampus, aku tidak mempunyai daftar spesifikasi yang dapat dijadikan acuan (dari bhinneka.com misalnya). Tapi kalau boleh berandai-andai dan menebak-nebak, saya pikir dengan harga sebesar itu kita sudah bisa mendapatkan spesifikasi laptop standar yang dapat digunakan untuk kegiatan perkuliahan sehari-hari. Apalagi jika hanya digunakan sebatas memprogram dan mengkompilasi, ngurus database kecil, membuat server sederhana, dll yang merupakan kegiatan yang sering dilakukan di kampus ini :) . Tapi yang jadi masalah, kan ga semua orang hanya melakukan kegiatan yang membutuhkan resorce laptop yang tidak terlalu besar. Ada juga kan yang merasa, kalau spesifikasinya hanya yang biasa-biasa saja sepertinya kurang afdol, maunya spesifikasi yang paling top saat ini. Misalnya ‘mereka’ mau RAM minimal 2GB, dedicated VGA Card (bukan onboard), Blu-Ray Optical Disk Drive, Hardisk 200 GB. Mereka ini biasanya golongan yang tidak terlalu mempermasalahkan biaya. Walaupun golongan ini bukanlah golongan mayoritas, persentasenya sangat kecil. Atau ada golongan yang fanatik terhadap suatu merek laptop. Mungkin dia atau anggota keluarganya sudah pernah menggunakan laptop sebelumnya, dan merasa puas dengan merek laptop yang digunakan. Nah, misalnya laptop yang wajib dimiliki mahasiswa nanti memiliki merek yang berbeda dengan yang pernah digunakan sebelumnya, pasti akan merasa under-estimate atau kurang selera memakai laptop tersebut. Soalnya aku sudah melihat kasus nyatanya juga di kampus. Ada teman yang harus memilih merek ‘X’ketika membeli laptop. Mungkin dia terpengaruh oleh iklan, atau ada teman atau kerabat yang merekomendasikannya. Padahal menurutku sih, laptop merek apapun bagus ASAL kualitas customer servicenya sudah terjamin. Yang jelas biaya yang harus dibayarkan setiap bulan semakin bertambah, di luar biaya asrama dan makan yang rata-ratanya sekitar Rp 500.000. Hmmmm……
Lanjutkan Membaca

Satu Hari Bersama 2005C(3)

Juni 3, 2008 at 11:18 am | In Curhat | 9 Comments
Tags: , , , ,

Setelah hampir 2 jam berjalan kaki, kami sampai ke perkampungan tempat kami turun dari angkot. Angkot yang mengantar kamipun sudah menunggu di sana. Kami pun naik angkot dan menuju tempat berikutnya, yaitu Toba Corner Restaurant di Balige. Kami memang sudah merencanakan juga untuk makan bersama di restoran itu sehabis pulang dari air terjun Sampuran. Perlu dicatat bahwa kami masih menggunakan baju yang kami gunakan untuk berpetualang ketika di dalam angkot, baju yang sudah basah dan kotor ;) . Setelah sampai di areal restoran yang letaknya digabung dengan SPBU Balige itu, kami langsung ke toilet yang disediakan SPBU untuk membersihkan kaki dan muka kami dan mengganti pakaian kami. Setelah itu kami langsung ke restoran yang ada di lantai 2. Waktu yang diperlukan untuk memesan makanan cukup lama karena banyak menu yang diberi nama cukup unik, sehingga kami sibuk membolak-balik daftar menu yang diberikan sekedar untuk melihat apa menu yang cocok untuk kami. Yang perlu diingat adalah, yang membiayai/membayar biaya makan kami ini adalah Pak Marojahan sendiri, sehingga aku merasa tidak enak kalau memilih menu makanan dan minuman yang mahal. Makanya aku hanya memesan menu standar saja, seperti nasi goreng nanas+ayam goreng+telur dadar (yang diberi nama Nasi Goreng Balige) dan CocaCola sebagai minumannya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesananku datang, karena sudah lapar aku langsung makan. Setelah semua selesai makan, diberikan pengumuman bahwa acara bakar-bakar ikan di rumah Junita seperti yang direncanakan sebelumnya ditiadakan karena waktu yang tidak memungkinkan lagi (saat itu sudah pukul 18.30). Peraturan kampus kami menyatakan bahwa batas waktu untuk masuk area kampus pada hari Sabtu adalah pukul 21.00, sehingga diperkirakan waktunya tidak cukup apabila bakar-bakar ikan di luar area kampus. Oleh karena itu, kami merencanakan melakukan bakar-bakar ikan di Open Theatre di dalam kampus, dan semua setuju. Setelah itu kami semua pulang, dan sampai di kampus 30 menit kemudian.

Setelah mandi dan membereskan perlengkapan, kami berkumpul di Open Theatre pukul 20.00. Setelah perlengkapan yang kami butuhkan untuk membakar ikan sudah lengkap, kami mulai membakar ikan di tengah bundaran Open Theatre dialasi dengan seng supaya tidak mengotori lantai semen Open Theatre. Aku dan 2 orang temanku yang wanita menjadi tukang kipas ;) . Untuk mengisi kekosongan, teman-teman yang lain ada yang bernyanyi, bermain gitar, bersenda gurau, dll yang bisa membuat tertawa. Gak terasa, kira-kira 30 ekor ikan telah selesai kami bakar. Tiba saatnya untuk makan-makan. Tapi sebelum itu kami semua berkumpul membentuk lingkaran, dan seperti biasa kalau ada perkumpulan suatu kelompok, entah itu perkumpulan satu kelas, satu angkatan, atau satu keluarga pasti ada acara sharing atau dalam adat batak disebut Mandok Hata (mudah-mudahan betul cara nulisnya ;) ). Setelah semua teman memberikan pendapat dan mencurahkan isi hatinya masing-masing, sebagai penutup adalah wali kami sendiri yang memberikan nasihat-nasihatnya kepada kami. Pak Ojak bercerita cukup banyak tentang apa yang dialaminya hari ini, dan tentu saja dia merasa sangat senang dengan kegiatan satu hari ini, dan secara jujur dia mengungkapkan dia sampai bokek karena dia yang memberikan pengeluaran yang paling banyak, he..he.. . Tapi dia juga bilang kalo mengeluarkan uang yang berlebih untuk suatu hal yang dapat membuat dia senang jangan dijadikan suatu beban/masalah/apalah namanya itu. Itulah salah satu prinsipnya, dan dia juga berpesan kepada kami untuk memegang prinsip itu apabila kami sudah mempunyai penghasilan sendiri. Mudah-mudahan ya sir…. ;)
Lanjut dongg…….

Satu Hari Bersama 2005C (2)

Juni 3, 2008 at 11:14 am | In Curhat | No Comments
Tags: , , , ,

Besoknya, sepertinya susah kalo orang Indonesia gak terlambat ;) . Waktu berkumpul di kantin jadi molor, aku sempatin sarapan bubur kacang ijo + nasi + ikan asin (beginilah makanan anak asrama :) ) karena tahu bahwa perjalanan bakalan bikin capek. Dan setelah semua anggota berkumpul & semua perlengkapan sudah lengkap, kami sama-sama berangkat ke luar kampus. Setelah di luar, kami nunggu sebentar karena 2 angkot yang kami carter belum datang. Ternyata anggota berkurang satu karena seorang teman kami entah kenapa gak ikut, jadinya kami tinggal deh dia. Akhirnya kami mulai berangkat pukul 09.00.

Perjalanan kira-kira 45 menit dari kampus berjalan lancar. Kami tiba di perkampungan tempat petualangan sebenarnya bermula. Tanpa menunggu lama kami mulai berjalan kaki menyusuri jalan setapak yang dikelilingi hutan dan sawah. Sejauh mata memandang yang bisa kita lihat hanya pepohonan dan bukit-bukit berwarna hijau. Semua masih alami. Di sepanjang perjalanan kami bisa mendengar suara monyet yang saling bersahut-sahutan dari dalam hutan. Aku juga gak lupa untuk mendokumentasikan perjalanan ini dengan kamera digital yang dipinjam dari teman. Dan tidak beberapa lama kami berjalan, tujuan kami sudah dapat kami lihat dari jauh. Namun perjalanan masih panjang, masih ada kira-kira 3 kilometer yang harus ditempuh dengan berjalan kaki. Perjalanan mulai semakin menantang dan berat karena kami melewati areal persawahan yang penuh lumpur, sehingga kaki tak jarang terperosok ke dalam lumpur yang kotor dan cukup tebal dan mengganggu pergerakan kaki kami. Tapi kami semua masih terus bersemangat berjalan. Setelah 1 jam berjalan, kami tiba di tempat yang sepertinya memang cocok untuk dijadikan tempat peristirahatan karena letaknya ada di pinggir sungai. Kamipun turun ke sungai untuk sekedar merasakan dinginnya air sungai yang jernih dan membersihkan kaki kami yang sudah kotor penuh lumpur. Tapi entah disengaja atau tidak ada teman kami yang malah jatuh ke air dan menyebabkan bajunya basah, padahal aku tahu perjalanan di depan lebih susah karena kita akan berjalan menyusuri sungai.

Setelah beristirahat sejenak, kami langsung meneruskan perjalanan. Dan seperti yang aku bilang tadi, kami sekarang berjalan menyusuri sungai. Kami harus berhati-hati berdiri dan melompat di antara batu-batu yang ada di sungai karena hanya dari situlah jalan yang bisa kami lewati. Beberapa teman (terutama yang wanita) sering terjatuh, mungkin karena dia yang tidak bisa menyeimbangkan badannya atau karena batu tempat dia berpijak licin. Untung saja air sungai tersebut tidak terlalu dalam walaupun alirannya cukup deras. Tujuan semakin dekat, suara air terjun dapat kami dengar semakin jelas. Akhirnya setelah perjalanan menyusuri sungai yang seru dan menantang kami sudah sampai di bawah tebing dan sudah dapat melihat air terjun yang cukup besar. Air Terjun Sampuran adalah air terjun yang mempunyai 3 tingkat air terjun (walaupun menurut temanku sampai tingkat 7). Kami berencana untuk naik ke tingkat yang ke 2, karena menurutku memang disitulah letak keindahan sebenarnya dari air terjun. Tapi untuk naik ke tingkat ke 2 harus melalui perjuangan berat, karena kita harus memanjat tebing dari batu-batuan yang cukup tinggi, sekitar 10-15 meter. Ini cukup berbahaya, karena apabila kita terpeleset dan terjatuh dapat dipastikan akan luka parah bahkan dapat merenggut jiwa karena di bawah adalah batu-batuan sungai yang besar-besar. Oleh karena itu, yang pertama kali naik ke atas adalah sebagian pria, kemudian mereka menarik barang-barang bawaan seperti tas, sepatu, perlengkapan bakar ikan, dll menggunakan tali yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Kemudian yang naik berikutnya adalah teman-teman wanita dengan dibantu oleh teman-teman pria yang sudah ada di atas sebelumnya. Untunglah semua dapat naik ke atas dengan selamat, walaupun ada di antara mereka yang merasa takut, mungkin karena ini baru pertama kali baginya memanjat tebing yang curam. Kemudian yang berikutnya aku, Pak Marojahan dan teman yang lain naik ke atas. Cukup lancar dan tidak ada hambatan berarti bagi kami. Akhirnya kami semua sampai di atas, dan memang betul bahwa di situlah tempat terbaik menikmati air terjun. Pemandangannya sangat indah karena kami bisa berdiri langsung di bawah air terjun yang turun dari tingkat ke 3, apalagi di sekitar kami, kami hanya bisa melihat pohon-pohon dan hutan, tidak ada yang lain selain itu. Sangat terisolasi. Penasaran kan….

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.