Report Jalan-Jalan

March 8, 2009 at 5:45 pm | Posted in Curhat, Fun, indonesia | 8 Comments
Tags: , , ,

Phew….. lumayan capek juga nih jalan-jalan satu harian ini. Hari ini gw jalan-jalan ke museum yang ada di Jakarta. Ada 2 museum yang gw kunjungi yaitu Museum Nasional dan Museum Fatahillah. Dan berikut ini laporannya.

Tujuan pertama adalah Museum Nasional atau yang disebut juga Museum Gajah. Karena belum pernah ke sana sama sekali sebelumnya, jadinya perjalanan pertama diiringi dengan acara nyasar pula ha..ha.. . Sebenarnya gw udah persiapan nyari alamat Museum Nasional ini lewat situs resminya. Dan tau kalo alamat itu dekat dengan istana negara. Tapi tetap aja mesti jalan kaki sekian ratus meter dulu baru sampai di Museum. Ternyata setelah sampai, persis di depan Museum Nasional ada halte busway, yang pastinya membuat akses ke Museum ini sangat mudah. Tinggal turun aja di halte Monumen Nasional, loe udah nyampe di Museum Nasional.

Gerbang Museum Nasional

Gerbang Museum Nasional

Setelah masuk gerbang, sempat ragu museumnya buka nggak ya, soalnya kelihatan sepi dari luar. Tapi ternyata buka kok, dan langsung beli karcis yang harganya murah banget, Rp 750 saja! Masuk ke dalam langsung ada ruangan terbuka yang di tengah-tengahnya ada arca-arca dari batu berbentuk binatang dan di samping kiri kanan banyak arca Hindu/Buddha seperti yang ada di Candi Borobudur. Viewnya keren!

Masuk ke ruangan berikutnya banyak sekali koleksi-koleksi bersejarah yang ditampilkan. Mulai dari tembikar, porselen, gendang dari tembaga, peninggalan VOC dan pemerintah Belanda, benda-benda sejarah dari seluruh Indonesia dari berbagai zaman, kehidupan manusia purba, dll. Gw merasa seperti masuk ke mesin waktu dan kembali ke masa lampau, dan terkagum dengan kemampuan orang-orang zaman dahulu. Contohnya ketika gw melihat gendang besar yang terbuat dari tembaga dan dihiasi ukiran yang tingkat kerumitannya cukup tinggi. Bagaimana caranya mereka bisa membuat alat seperti itu dengan teknologi yang jauh lebih sederhana dari saat ini?

Porselain

Porselen

Gendang Tembaga

Gendang Tembaga

Meriam VOC

Meriam VOC

Setelah kenyang ‘browsing’ di gedung I, gw menuju ke gedung 2. Yap, ternyata museum nasional terdiri dari 2 gedung dan kayaknya sih gedung II ini adalah gedung baru.

Lorong Gedung I ke Gedung II

Lorong Gedung I ke Gedung II

Gedung II terdiri dari 4 lantai. Koleksi di lantai 1 mempunyai kemiripan dengan koleksi di gedung I, yang isinya adalah kehidupan manusia purba dan fosil-fosil manusia purba tersebut. Di lantai 1 ini juga terdapat tengkorak manusia kerdil dari Flores yang baru ditemukan pada tahun 2003 yang lalu. Temuan tersebut membuat heboh dunia arkeolog karena baru kali ini ditemukan fosil manusia kerdil, yang mirip dengan ras hobbit di film The Lord of The Rings.

Kehidupan manusia purba

Kehidupan Manusia purba

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis

Homo Floresiensis

Lantai 2 dan lantai 3 didominasi dengan koleksi benda-benda yang berasal dari luar negeri, seperti mata uang, alat pelayaran, prasasti, transportasi.

Naik ke lantai 4. Di lantai ini gw terus berdecak kagum. Karena benda-benda yang ditampilkan di sini adalah benda-benda yang terbuat dari emas, perak, berlian, permata, dan batu berharga lainnya seperti saphir dan rubi. Mulai dari benda-benda kecil seperti anting, gelang, cincin sampai ke mahkota raja yang besar, keris dan sarungnya, semua dilapisi dengan emas murni. Ada satu keris dari Bali yang membuat gw sangat kagum, karena selain sarungnya yang semua berlapis emas dan dihiasi dengan ukiran yang indah, di gagang keris tersebut bertabur batu-batu berharga seperti permata, berlian, dan saphir merah yang cukup besar. Semua batu tersebut berkilau dengan indah ketika disinari lampu display.

Menambah wawasan, bahwa pada zaman dahulu mungkin emas dianggap biasa kali ya saking banyaknya. Bahkan sampai sisir, cermin dan tusuk konde pun terbuat dari emas. Apa masih ada harta kerajaan zaman dahulu yang belum ditemukan ya? Karena koleksinya merata di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, sampai Kalimantan.

Akhirnya petualangan di museum nasional berakhir. Saatnya beranjak ke tujuan kedua, Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta). Untuk mencapainya gampang, tinggal naik busway dan turun di halte Stasiun Kota.

Biaya masuknya juga masih termasuk dalam kategori murah, cukup keluar duit Rp 2000 saja. Ouww, tapi museum ini kok kayaknya gak terlalu menarik buat gw ya. Selain karena banyak banget orang yang datang, yang membuat suasananya bukan seperti di museum yang tenang dan sepi, tapi udah kayak pasar! Serius, gak nyaman banget menikmati benda-benda bersejarah dengan suasana ribut seperti itu. Faktor lainnya adalah karena benda-benda yang dipamerkan di sini kurang menarik. Katanya sih museum sejarah Jakarta tapi yang ditampilin malah kebanyakan furnitur-furnitur peninggalan Belanda kayak tempat tidur kayu, kursi, lemari, cermin, yang menurut gw biasa-biasa aja. Malah sampai ada becak, gerobak tukang bakso, sama warung di dalam museum! Oh man, di mana nilai sejarah yang bisa diambil dari gerobak tukang bakso sama warung?

Furnitur

Kursi Kayu

Kursi Kayu

Crowded

Crowded

Mungkin gw tadi ada di museum itu cuma 30 menit aja kali. Seterusnya gw keluar dan menikmati pemandangan Kota Tua Jakarta yang memang satu kompleks dengan museum fatahillah ini. Bangunan-bangunan yang ada di Kota Tua ini memang cukup menarik, tapi entah memang untuk mempertahankan citra gedung tuanya bahkan ada gedung yang sama sekali tidak terawat lagi. Dinding gedung sudah jamuran dan keropos dan catnya juga udah terkelupas, takutnya malah gedung ini nantinya roboh.

Museum Fatahillah

Museum Fatahillah

Sepeda Ontel

Sepeda Ontel

Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta

Perjalanan kali ini cukup seru lah buat gw. Untuk museum gw lebih merekomendasikan untuk ngunjungin Museum Nasional daripada Museum Sejarah Jakarta. Harga karcis masuk lebih murah, tapi pengalaman yang didapetin beda. Next time mungkin gw akan coba mengunjungi museum-museum yang lain, seperti Museum Bank Mandiri atau Museum Bank Indonesia misalnya. See ya on the next journey!

Album foto yang lebih lengkap dapat dilihat di sini:

http://www.facebook.com/album.php?aid=18475&id=1374788827&l=ed320

8 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wuih.. mantap kali review nya bos. Jadi merasa sedang ikut jalan2 ama mu. Ditunggu journey berikutnya.

  2. wew…. masih ada rupanya orang yang pengen ke museum yah??
    ku kira pada ke mall semua…šŸ˜‰

  3. @boon_chiet:
    thank you bos! pantengin aja terus blog ini untuk petualangan berikutnya…
    he..he..

    @luvnufz:
    masih banyak lagi orang yang pengen ke museum, contohnya liat aja foto “Crowded”, itu suasana di museum fatahillah. tapi gak tahu juga lah apa motivasi mereka ke sana, jangan2 cuma pengen narsis2an doang wkwkwkwkwkwkkwk

  4. kemarin malah nyasar ke monas gw peju…. mbeheee

  5. Indah ya kebudayaan kita

  6. ikutan donk

  7. Asik nih jalan-jalan mulu

    • yah.. kadang2 aja sih…
      buat melepas stress..šŸ™‚


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: