Satu Hari Bersama 2005C(3)

June 3, 2008 at 11:18 am | Posted in Curhat | 11 Comments
Tags: , , , ,

Setelah hampir 2 jam berjalan kaki, kami sampai ke perkampungan tempat kami turun dari angkot. Angkot yang mengantar kamipun sudah menunggu di sana. Kami pun naik angkot dan menuju tempat berikutnya, yaitu Toba Corner Restaurant di Balige. Kami memang sudah merencanakan juga untuk makan bersama di restoran itu sehabis pulang dari air terjun Sampuran. Perlu dicatat bahwa kami masih menggunakan baju yang kami gunakan untuk berpetualang ketika di dalam angkot, baju yang sudah basah dan kotor😉 . Setelah sampai di areal restoran yang letaknya digabung dengan SPBU Balige itu, kami langsung ke toilet yang disediakan SPBU untuk membersihkan kaki dan muka kami dan mengganti pakaian kami. Setelah itu kami langsung ke restoran yang ada di lantai 2. Waktu yang diperlukan untuk memesan makanan cukup lama karena banyak menu yang diberi nama cukup unik, sehingga kami sibuk membolak-balik daftar menu yang diberikan sekedar untuk melihat apa menu yang cocok untuk kami. Yang perlu diingat adalah, yang membiayai/membayar biaya makan kami ini adalah Pak Marojahan sendiri, sehingga aku merasa tidak enak kalau memilih menu makanan dan minuman yang mahal. Makanya aku hanya memesan menu standar saja, seperti nasi goreng nanas+ayam goreng+telur dadar (yang diberi nama Nasi Goreng Balige) dan CocaCola sebagai minumannya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pesananku datang, karena sudah lapar aku langsung makan. Setelah semua selesai makan, diberikan pengumuman bahwa acara bakar-bakar ikan di rumah Junita seperti yang direncanakan sebelumnya ditiadakan karena waktu yang tidak memungkinkan lagi (saat itu sudah pukul 18.30). Peraturan kampus kami menyatakan bahwa batas waktu untuk masuk area kampus pada hari Sabtu adalah pukul 21.00, sehingga diperkirakan waktunya tidak cukup apabila bakar-bakar ikan di luar area kampus. Oleh karena itu, kami merencanakan melakukan bakar-bakar ikan di Open Theatre di dalam kampus, dan semua setuju. Setelah itu kami semua pulang, dan sampai di kampus 30 menit kemudian.

Setelah mandi dan membereskan perlengkapan, kami berkumpul di Open Theatre pukul 20.00. Setelah perlengkapan yang kami butuhkan untuk membakar ikan sudah lengkap, kami mulai membakar ikan di tengah bundaran Open Theatre dialasi dengan seng supaya tidak mengotori lantai semen Open Theatre. Aku dan 2 orang temanku yang wanita menjadi tukang kipas😉 . Untuk mengisi kekosongan, teman-teman yang lain ada yang bernyanyi, bermain gitar, bersenda gurau, dll yang bisa membuat tertawa. Gak terasa, kira-kira 30 ekor ikan telah selesai kami bakar. Tiba saatnya untuk makan-makan. Tapi sebelum itu kami semua berkumpul membentuk lingkaran, dan seperti biasa kalau ada perkumpulan suatu kelompok, entah itu perkumpulan satu kelas, satu angkatan, atau satu keluarga pasti ada acara sharing atau dalam adat batak disebut Mandok Hata (mudah-mudahan betul cara nulisnya😉 ). Setelah semua teman memberikan pendapat dan mencurahkan isi hatinya masing-masing, sebagai penutup adalah wali kami sendiri yang memberikan nasihat-nasihatnya kepada kami. Pak Ojak bercerita cukup banyak tentang apa yang dialaminya hari ini, dan tentu saja dia merasa sangat senang dengan kegiatan satu hari ini, dan secara jujur dia mengungkapkan dia sampai bokek karena dia yang memberikan pengeluaran yang paling banyak, he..he.. . Tapi dia juga bilang kalo mengeluarkan uang yang berlebih untuk suatu hal yang dapat membuat dia senang jangan dijadikan suatu beban/masalah/apalah namanya itu. Itulah salah satu prinsipnya, dan dia juga berpesan kepada kami untuk memegang prinsip itu apabila kami sudah mempunyai penghasilan sendiri. Mudah-mudahan ya sir….😉

Acara sharing selesai, langsung dilanjutkan dengan makan ikan hasil bakaran kami. Gak pakai lama, semua langsung makan itu ikan. Ada yang berkerumun sambil jongkok, atau sambil berdiri gak jadi masalah. Satu kesamaan adalah kami semua makan ikan pakai tangan kosong, tak ada sendok/garpu/piring. Ikan mujair yang kami bakar cukup enak, apalagi dengan sambal colek khas batak, yaitu Andaliman. Walaupun ada juga beberapa ikan yang salah satu sisinya tidak matang, tentu tidak kami makan. Mungkin salah satu temanku wanita yang membakar ikan yang tidak matang itu, belum profesional mungkin dia🙂 . Alhasil, dalam waktu singkat semua ikan telah habis dimakan, dan kami cukup puas (alias kenyang)!. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 23.20, kami langsung membereskan perlengkapan dan membersihkan sampah dan sisa ikan. Untunglah yang wanita bersedia membersihkan sisa-sisa arang yang kami pakai untuk membakar keesokan harinya. Terimakasih untuk mereka yang telah berbaik hati. Akhirnya kami semua pulang ke asrama masing-masing dan bersiap tidur untuk mengakhiri hari yang panjang dan cukup melelahkan itu.

Wuiiiiiihhhhhhh……… Panjang banget cerita yang kutulis di atas!! Mungkin ini adalah cerita terpanjang yang pernah kutulis semenjak aku nge-blog pertama kali dari tahun 2005🙂. Dan lagipula, aku mempersiapkan cerita ini selama satu minggu lebih, karena aku tidak sempat terus untuk mempost-nya ke blog ini karena kesibukan di kampus yang cukup menyita waktu. Oya, aku juga mau ngasih komentar tentang acara jalan-jalan kelas C Angkatan 2005 ini. Jujur, ini adalah acara yang sangat mengesankan untukku, soalnya jalan-jalan inilah yang sudah lama diinginkan oleh kami semua. Bisa dibilang ini adalah jalan-jalan pertama kami satu kelas, sekaligus yang terakhir kali, karena aku rasa waktunya sudah sangat sempit sekali apabila ingin melakukan jalan-jalan lagi. Mungkin setelah kami wisuda dan mengambil jalan hidup kami masing-masing, akan ada kesempatan untuk menyatukan kami semua dan mengulang momen seperti ini kembali. Terimakasih 2005C, yang telah menjadi teman selama 3 tahun di Politeknik Informatika Del. Tentu saja terimakasih juga diberikan untuk Pak Marojahan, dosen wali kami, terimakasih untuk semuanya Pak! Terimakasih!


Foto-foto yang lain dapat dilihat di sini: http://www.flickr.com/photos/del5042/sets/72157605334986088/

11 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. wuihhh,,, jadi pengen pulang ke toba…😀

  2. thanks ya appara…poto kita jadi go international ya..ha.ha.ha…

  3. @rubenmnk:
    he..heh.. yang jadi kangen….🙂

    @rafaeltrisno:
    iya pra, biar terkenal kita ke seluruh jagat maya😉

  4. begh..puanjang tenan cu cerita lu ini….
    but..this is the true advanture right ??😉

  5. Go international…?
    Si rafaeltrisno ini ada2 saja…, tapi mantap juga yah ‘the view’-nya….(bukan orang2nya loh..hi..hi)

  6. @okta sihotang
    i think it’s more than a true advanture, it’s about relationship between us….😉

    @rebecka:
    aku tahu, sebenarnya pengen bilang kalo orang-orangnya yang mantap, tapi disamarkan sebagai the view…he..hehh…

    *kabooorrr*

  7. @rebecka

    jangan sirik dunks…ha.ha.ha.ha,..

  8. begh,, kek nggk ada foto anak mudanya😉

  9. @you-know-who:
    maksudnya apaan sih? kurang ngerti aku, he..heh…😉

  10. @bonar

    begh,, kek nggk ada foto anak mudanya😉

    anak mudanya = owner of this blog, ehehehheee…

  11. @you-know-who
    oohh… itu maksudnya, kau pun buat istilah sendiri…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: