KP & Alasan Untuk Tidak Kerja Di Jakarta

March 14, 2008 at 8:36 pm | Posted in Uncategorized | 6 Comments
Tags:

OK, aku udah mutusin daerah untuk KP nanti beberapa waktu yang lalu. Untuk pilihan pertama aku milih Jakarta, dan untuk pilihan kedua adalah Batam. Sebenarnya sih, ketika pertama kali form kuisioner untuk KP dibagikan, aku bersemangat sekali untuk memilih Batam sebagai pilihan pertama, tapi setelah kutelepon orangtuaku aku putuskan untuk menukar prioritas pilihan tersebut. Hmm, kenapa ya aku bersemangat sekali untuk merasakan kerja di Batam? Sebenarnya tidak hanya di Batam saja, aku suka juga untuk merasakan kerja di daerah baru selain di Jakarta. Mungkin karena setelah kuliah di Del kali yah yang letaknya di daerah antah berantah😀 aku jadi gak takut lagi untuk pergi ke daerah yang sama sekali asing bagiku? Kembali ke Batam, karena aku pikir Batam adalah daerah industri yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat, apalagi letaknya yang dekat dengan Singapura. Wow, siapa tau aja nanti aku bisa nyangkut ke Singapura kalau kerja di Batam, he..he..🙂

Lanjut to the next point. Malahan aku udah bikin list alasan-alasan kenapa aku (mungkin kamu juga) tidak berminat untuk kerja di Jakarta. Ini berdasarkan hasil pengamatanku aja loh, setelah cukup sering ke Jakarta ketika sebelum kuliah di Del ini….

  1. Panas : Yang ini jelas banget. Cuaca di sana ketika siang hari cukup untuk membuat kamu mandi keringat di bawah sinar matahari. Apalagi ketika naik sepeda motor di siang bolong dan terjebak macet (soalnya aku sering juga kayak gitu), waduhh gak tahan! Makanya mungkin ini penyebab mengapa kulitku hitam, ha..ha…😀 . Tentu gak nyaman kan kalo kita sering-sering berkeringat? Walaupun memang sih hampir semua kantor di Jakarta dilengkapi dengan AC di ruang kerjanya…
  2. Biaya hidup tinggi : Yup! Kayanya semua yang ada di sana harus ditebus dengan uang. Pokoknya sedikit-sedikit ngeluarin uang deh. Ke toilet umum aja mesti bayar 1000 perak😕 . Belum lagi untuk makan yang kira-kira mengeluarkan Rp 7000 untuk sekali makan dan dengan lauk pauk seadanya. Mau lebih enak, mesti ke fast food di mall yang tentu lebih mahal walaupun gak bikin kenyang-kenyang amat sih. Hitung sendirilah untuk biaya lain-lainmu, gaji 2jt pun akan terasa kecil.😦
  3. Macet : Jakarta tanpa macet kayaknya bukan Jakarta deh namanya. Bayangkan sendirilah ketika jutaan mobil dan motor berlomba-lomba untuk masuk ke Jakarta setiap pagi dan sorenya. Mungkin hanya tengah malam & ketika musim mudik lebaran saja jalanan di sekitar Jakarta terlihat lengang. Moda transportasi alternatif yang ditawarkan seperti busway dan -way -way yang lainnya kurang berhasil. Bus Transjakarta sering terlambat datang di halte dan jalurnya pun sering dipakai kendaraan umum, padahal kan dilarang. Pernah katanya mau dibikin monorail, tapi sudah beberapa tahun baru tiang-tiang penyangganya aja yang selesai, dan sampai akhirnya proyek ini terlantar. Jakarta mau bikin subway (kereta bawah tanah)? Orang setiap tahunnya aja terendam air, kok kayaknya nekat yah ide bikin subway-nya? [-(
  4. Banjir : Wah, kalo yang ini udah jadi tradisi setiap tahun untuk kota Jakarta. Ngeri deh kalo Jakarta udah diguyur hujan lebat, walaupun cuma sebentar pasti akan ada genangan air di jalan-jalan. Malahan kalo hujannya berturut-turut lebih dari 2 hari, bakalan ada danau baru di Jakarta, dan letak “danau” ini pun gak tanggung-tanggung yaitu di jalan tol! Dan jalan tolnya pun bukan jalan tol biasa, tapi jalan tol menuju bandara. Ck..ck..ck lengkap sudahlah. Yang tinggalnya di pinggiran sungai pun lebih parah lagi, dapat dipastikan mereka harus mengungsi kalau udah terjadi banjir kayak gini. Bahkan air sudah mulai menggenangi perumahan mewah di Jakarta loh. Mana nih? Katanya Jakarta sudah ada di tangan ahlinya?
  5. Polusi : Mau gak mau kamu harus menghirup asap kendaraan bermotor kalau hidup di Jakarta. Asap yang berwarna hitam pekat dan penuh dengan polusi yang efeknya aku rasa lebih parah dari merokok dua bungkus sehari. Kendaraan yang paling berperan menyumbangkan polusi di Jakarta menurutku adalah kendaraan yang pernah populer di televisi, apalagi kalau bukan Bajaj. Bukan cuma polusi udara, polusi suara pun turut disumbangkannya. Dan tentu saja jutaan kendaraan bermotor yang ada di jalanan Jakarta setiap harinya seperti yang telah kutulis di atas berperan “penting” juga dalam hal ini.
  6. Kriminal : Hmm, walaupun aku belum pernah mengalami kejadian yang berhubungan langsung dengan kriminal di Jakarta, tapi dengan melihat berita-berita yang ditulis di koran atau disiarkan di televisi tingkat krimininalitas di Jakarta cukup mengerikan. Pelaku kejahatan tanpa ragu-ragu menggunakan kekerasan untuk melancarkan aksinya, tapi kalo korban masih melawan, pelaku kejahatan tanpa pikir panjang akan menghabisi nyawa kamu, owww,, serem banget!!! :(( . Soalnya perampok sekarang udah banyak yang bawa senjata (tajam/api) ketika melakukan aksinya. Dan jangan salah, perampok sekarang udah pada pinter-pinter. Mereka banyak menggunakan modus yang kadang bikin geleng-geleng kepala [-( . Contohnya, sengaja mecahin telor ke kaca mobil, naro paku di jalan, hipnotis, pura-pura jual jam tangan, kasih obat ke dalam minuman, dan masih banyak yang lainnya.
  7. Norak dan Kampungan : Ha..ha.. seriuslah? Iya, aku serius ! (bah, udah kayak akting di sinetron2 aja :d ). Tapi memang bener kok, masih banyak penduduk Jakarta yang norak dan kampungannya minta ampun. Contohnya adalah orang yang merasa amat bangga tinggal di Jakarta, pamer-pamer ke orang bahwa dia orang Jakarta padahal hidupnya pun pas-pasan dan mungkin aja dia cuma numpang (bukan asli lahir dan hidup di Jakarta). Terus ada juga yang sok ngikutin lifestyle orang bule sana, mulai dari gaya baju, rambut, cara ngomong biar dianggap dia itu gaul / berasal dari keluarga yang berada padahal sih hidupnya biasa-biasa aja. Aku ngeliatnya kok munafik dan dibuat-buat gitu ya? Kalau kalian pernah lihat kartun Beny & Mice di KOMPAS, seperti itulah kehidupan norak dan kampungan yang dapat ditemui di Jakarta. Atau acara Snapshot di MetroTV yang menampilkan penduduk Jakarta yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang kalo kita lihat sih konyol dan memalukan. Aku mengakui juga sih kalo aku kadang melakukan hal yang aku anggap norak dan kampungan tadi.

Yah, seperti itulah wajah “buruk” Jakarta menurut pengamatanku, tapi bukan berarti Jakarta selamanya buruk. Memang harus diakui, sebagai ibukota negara Jakarta mempunyai fasilitas yang sangat lengkap, istilahnya apa yang kita inginkan semua ada di Jakarta. Kalau aku hubungkan dengan dunia IT, hampir seluruh acara seperti launching produk IT baru, seminar & workshop IT tingkat tinggi, kantor cabang perusahaan IT dunia semua ada dan diadakan di Jakarta. Tes untuk mendapatkan sertifikasi terhadap teknologi tertentu, misalnya CCNA atau MCSE juga diadakan di Jakarta. Itulah keuntungannya Jakarta, walaupun menurutku sih masih lebih banyak keburukannya daripada kebaikannya. Selesai. :d

6 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hmm..
    panjang juga cerita nya y maz..

    tp apa yg lo ceritain di atas mang bener bgt..

    pertama kali gw menginjakkan kaki dsni (yg lo bilang negeri antah berantah ini..), gw juga kangen berat ama yg nama nya jkt..
    apalagi waktu pulang pertama kali ke jkt setelah di del ini, gw seneng nya minta ampun..
    tp itu dulu jom..
    sekarang gw kok rada2 males y nengok jkt?
    alasan nya?
    kurang lebih sama kyk yg lo paparin di atas..

    tp..kok lo jadi milih jkt juga?
    ya cuman lo doank lha yg tw alasan nya..

    keep blogging.. :d

  2. kenapa gw milih jakarta untuk KP? ya, gw harap sih itu terakhir kalinya gw kerja di Jakarta…. soalnya gw pengen..pengen… banget kerja di luar jakarta. mudah-mudahan dapat terlaksana….🙂

    terus yang paling gw benci dari jakarta, polusinya itu lohhh….
    beda jauh ama di sini (laguboti) yang bisa menghirup udara segar sepuas-puasnya sampe paru-paru kita capek….. he…he… :d

  3. Betul kali pun yang kau paparin di atas dek😀

    Jauh lebih banyak enaknya tinggal di daerah sana ketimbang di JKT yang ugh,.. gila… polusi, macet, kriminal, dll.

    Makanya kalo lagi jalan2 ke daerah bogor sana, rasanya gimana gitu yah ngelihat pohon2 dan udaranya yang cukup segar.

    Hm… kapan yah aku pindah dari jakarta nan sumpek ini.. ??

    Nice writing dek..🙂

  4. he..hehh…
    makasih kak telah berkunjung ke blogku ini dan ngasih komen🙂

  5. […] I4TE (baca: iforte), untunglahhhh….. sesuai dengan perkiraan. Walaupun gw juga berminat untuk kerja praktek di batam tapi hasil ini gak mengecewakan […]

  6. bener banget tuh jakarta, cape dh klo diperhatiin, w aja yang sejak lahir sampai kuliah tinggal disini bosen banget walaupun ortu w bukan asli sini…………
    dijakarta kita ga pintar2 habis, mulai dihianatin temen dikerjaan sampai cwe pun manfaatin kita, itulah jakarta

    ada temen w yang dateng dari bogor ke jakarta untuk kuliah eh dia pake susuk untuk manfaatin orang,memang disini lengkap apa yang kita mau ada tapi kan pake duit, percuma kita ga punya duit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: