Workshop POSS PI-Del

December 7, 2007 at 12:19 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Kira-kira sejak 3 minggu yang lalu, PI-Del mengadakan rangkaian acara workshop Pendayagunaan Open Source Software bagi murid-murid dan guru-guru SMA di sekitar kabupaten Tobasa. Waktu itu sambutan dari mereka cukup baik, kira-kira 200-an orang mengikuti workshop pengenalan sistem operasi open source Linux Edubuntu di kampus kami yang dilaksanakan selama 2 hari. Dengan menggunakan Live CD Edubuntu 7.04, mereka dikenalkan kepada fitur-fitur yang terdapat dalam sistem operasi tersebut. Saya pikir pengenalan terhadap sistem operasi Edubuntu cukup tepat, karena peserta workshop yang berasal dari institusi pendidikan dan Edubuntu merupakan varian dari Ubuntu yang mengkhususkan ke bagian pendidikan (education). Edubuntu menyediakan beragam aplikasi yang berkaitan dengan pendidikan/pelajaran di sekolah-sekolah seperti Matematika, Kimia, Bahasa, sampai Astronomi pun disediakan.

Selain itu mereka juga dikenalkan kepada aplikasi standar yang merupakan bawaan dari Edubuntu seperti aplikasi office OpenOffice WordProcessor dan OpenOffice Spreadsheet. Kedua aplikasi di atas merupakan aplikasi yang sering digunakan pada saat pelajaran TIK di sekolah-sekolah dan mempunyai fitur-fitur yang serupa dengan Microsoft Word dan Microsoft Excel. Aplikasi bawaan dari Edubuntu ini cukup lengkap dan memadai untuk kebutuhan sehari-sehari, mulai dari aplikasi grafis, internet, office, dan multimedia sudah disediakan oleh Edubuntu. Jika ingin menambahkan program yang lain bisa melalui Add/Remove program tetapi sebelumnya harus sudah terkoneksi ke internet terlebih dahulu atau mempunyai DVD repository Ubuntu-nya.

Seminggu setelah acara workshop tersebut, saya dan rekan-rekan mahasiswa yang lain yang telah mendaftarkan diri bersama beberapa dosen berkunjung ke sekolah-sekolah di sekitar Kabupaten Tobasa untuk membantu melakukan instalasi sistem operasi Linux Ubuntu di komputer-komputer di sekolah tersebut. Ketika itu kami berkunjung ke SMAN 1 Porsea. Di sekolah tersebut sudah terdapat lab komputer, namun kami hanya menemukan 7 unit komputer saja di lab tersebut. Dan yang mempunyai spesifikasi yang memadai untuk instalasi Ubuntu hanya 3 komputer saja, karena di antara 4 komputer yang tidak dapat diinstall ada komputer yang rusak dan ada juga yang memang spesifikasi dari komputer tersebut sangat rendah. Beberapa di antaranya hanya mempunyai RAM 96 MB dan menggunakan Pentium III dibawah 1GHz. Teman saya yang bertugas di sekolah lain bahkan tidak dapat menginstall Ubuntu di satu komputer pun! Itu karena spesifikasi komputer yang rendah dan kami hanya membawa versi Ubuntu yang terbaru.

Satu minggu berikutnya, yaitu hari Sabtu kemairn, kami kembali berkunjung ke sekolah-sekolah. Dan sekolah yang kami kunjungi kali ini adalah SMKN 1 Siborongborong, yang letaknya kira-kira 1 jam perjalanan menggunakan mobil dari kampus kami. Lab komputer sudah tersedia, karena di sekolah ini terdapat jurusan mengenai komputer dan hardware, namun… komputer yang tersedia lebih menyedihkan lagi spesifikasinya. Hampir semua komputer tidak terdapat CD-ROM, sehingga murid-murid yang di jurusan hardware mengambil CD-ROM dari bengkel (mereka menyebut bengkel sebagai tempat penyimpanan hardware) dan memasangnya di komputer tersebut. Dan semua komputer mempunyai kecepatan prosesor di bawah 1Ghz, atau menggunakan Celeron sebagai prosesornya. Bahkan kami menemukan komputer yang masih menggunakan RAM 32MB dan sistem operasi Windows 98. Namun, kami sudah mempersiapkan dengan membawa Ubuntu versi lama, mulai dari 5.10, 5.04, dan 4.10. Empat komputer masih bisa diinstall ubuntu versi lama tersebut, dan proses instalasi berjalan dengan baik dan lancar. Tetapi muncul satu masalah lagi, ketika proses instalasi hampir selesai, aliran listrik mati secara tiba-tiba. Dan menurut guru yang mengawasi kami di lab tersebut mengatakan kalau terjadi mati listrik seperti ini, paling lambat 4 jam kemudian listrik akan hidup lagi. Karena tidak mungkin kami menunggu selama itu, maka kami putuskan untuk pulang saja dan berjanji suatu waktu nanti akan kembali untuk menyelesaikan proses instalasi.

Sebelum kembali ke kampus kami singgah sebentar di sekolah tempat teman kami yang lain bertugas, yaitu di SMAN 1 Balige. Lab komputer dan komputer yang ada di sekolah ini sudah tergolong baik dan memadai, amat berbeda dengan SMKN 1 Siborongborong. Kami bisa melihat hampir di setiap komputer terpasang UPS untuk menghindari mati listrik yang dalam sehari bisa terjadi berkali-kali dan tidak dapat diprediksi. Kemudian, jumlah komputer yang banyak yaitu 30 unit dan di lab tersebut terdapat AC. Teman kami yang bertugas di sini tidak mendapatkan masalah dalam hal instalasi Edubuntu 7.04, semua berjalan dengan baik dan lancar. Dan rencananya sekolah tersebut akan dipasang Telkom Speedy, kebetulan hari itu adalah peresmian layanan Telkom Speedy di Balige dan SMAN 1 Balige mendapatkan layanan untuk sekolah di kota tersebut. Kalau hal itu terlaksana, diharapkan pendidikan dan perekonomian di Balige dapat lebih maju karena selama ini sangat susah menemukan warnet di Balige dan kalaupun ada aksesnya sangat lambat dan mahal.

Itulah rangkaian acara workshop yang saya ikuti dalam 2 minggu terakhir. Workshop Pendayagunaan Open Source Software ini dimaksudkan untuk memberikan pengenalan dan edukasi bagi masyarakat bahwa sistem operasi tidak melulu hanya Windows buatan Microsoft saja, ada sistem operasi alternatif yang mempunyai fitur yang setara dengan Windows bahkan ada fitur/ kelebihan yang tidak dimiliki oleh Windows yaitu sifatnya yang gratis dan terbuka (open source). Hal ini juga untuk menghindari aksi pembajakan dari program-program komersil, yang merupakan pelanggaran hukum. Namun, upaya untuk memberdayakan penggunaan open source software ini masih terhalang oleh fasilitas yang sangat minim seperti yang telah saya tulis di atas, padahal minat dari siswa-siswa sekolah tersebut cukup tinggi. Ketika kami pulang dari SMAN 1 Balige, beberapa siswa meminta kepada kami CD dari Ubuntu tersebut dan kami memberikan kepada mereka CD yang kami punya, mungkin mereka akan mencoba menginstall sendiri di komputer di rumah mereka atau di lab komputer mereka. Mereka pun kelihatan sangat tertarik dengan sistem operasi yang baru mereka kenal ini, mereka mulai mengeksplor sendiri aplikasi-aplikasi bawaan dari Ubuntu ini walaupun baru sebatas aplikasi office/multimedia saja. Tugas pemerintah daerahlah yang memikirkan solusi untuk fasilitas memadai di sekolah-sekolah supaya daerah mereka menjadi daerah yang lebih maju dan berkembang dan tidak ketinggalan dari daerah yang ada di kota-kota besar.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: