Pengalaman Menggunakan Linux Ubuntu

December 7, 2007 at 12:28 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Menggunakan Linux sebenarnya bukan hal baru bagi saya walaupun saya pertama kali menggunakan Linux sebagai sistem operasi saya yaitu ketika tahun kedua kuliah saya, ketika ada matakuliah administrasi server menggunakan RedHat Linux 9.0. Tapi kalau mendengar kata Linux sudah cukup lama juga, yaitu waktu kelas 1 SMA namun selama di SMA tidak pernah mencoba menginstall di komputer rumah karena masih terpengaruh oleh omongan bahwa linux itu susah dimengerti, bahkan untuk menginstallnya pun rumit dan untuk menjalankan program harus melalui command prompt dengan mengetikkan perintah-perintah secara manual. Saya jadi teringat kepada Alexander Schatten, pada saat itu ia mengadakan seminar di kampus kami mengenai open source dan ia menanyakan kepada para mahasiswa siapa yang sudah pernah menggunakan linux. Hanya beberapa orang saja yang mengacungkan jari. Kemudian ia kembali bertanya, siapakah di antara kami yang pernah menggunakan Google, dan tentu semua mahasiswa mengacungkan jarinya karena setiap pengguna internet pasti kenal dengan mesin pencari ini. Lalu apa hubungannya Google dengan Linux? Kemudian ia menjelaskan bahwa sistem operasi yang terinstall di seluruh server Google menggunakan linux, itu berarti secara tidak langsung kita telah menggunakan linux dalam kehidupan sehari-hari kita. Wah, berarti dari kelas 1 SMA pun saya sudah menggunakan linux dong, karena saya baru mengenal Google saat itu (kira-kira tahun 2002)🙂

Saya baru mendengar linux ubuntu pada saat tahun pertama saya kuliah, waktu itu ada abang kelas yang memberikan cd ubuntu (5.04 kalo tidak salah) kepada teman saya. Mungkin abang kelas saya itu mendapatkannya dari shipit.ubuntu.com yang memberikan cd gratis kepada yang meminta di web tersebut. Namun saya belum tertarik untuk menginstallnya di PC saya. Ketika liburan semester, saya kembali ke Tangerang dan meminta kepada teman saya CD ubuntu versi 7.04, tapi saya lagi-lagi tidak menginstallnya, hanya mencoba fitur Live CD-nya saja dan melihat-lihat program-program apa saja bawaan dari ubuntu ini. Saya mulai tertarik menginstall ubuntu ketika melihat efek-efek desktop yang dapat dihasilkan oleh ubuntu menggunakan compiz. Dari gambar-gambar yang saya dapatkan di internet, efek-efek desktop tersebut sangat indah dan melebihi aero milik Windows Vista yang sudah pernah saya coba sebelumnya. Contohnya adalah desktop yang berbentuk kubus, perpindahan antar program seperti CoverFlow-nya iTunes, efek desktop terbakar, dll. Kira-kira bulan Oktober saya mencoba menginstallnya di laptop saya menggunakan ubuntu 7.04, padahal waktu itu ubuntu sudah mengeluarkan versi terbarunya, yaitu ubuntu 7.10 tapi karena saya belum memilikinya saya menginstall versi 7.04 saja. Pengalaman pertama kali menginstall di laptop saya tidak mengenakkan, karena beberapa kali gagal dan ketika berhasil proses penginstallan membutuhkan waktu hampir 2 jam. Saya tidak tahu apakah CD-nya yang rusak atau spesifikasi laptop saya yang kurang memadai (sudah intel centrino duo tapi RAM masih 256MB). Setelah bisa diinstall, kekesalan berlanjut lagi. Saya tidak bisa mengakses sebagai root di terminal. Sudah saya ketikkan su root dia meminta password yang saya tidak tahu dan pada akhirnya tidak dapat masuk sebagai root. Kemudian saya tidak bisa membuka administrasi User and Groups karena disitulah kita bisa mengganti password user yang ada di system kita (termasuk user root). Dan alasan utama saya yang ingin menyaksikan desktop effects di ubuntu tidak dapat terpenuhi, karena katanya driver saya termasuk restricted dan tidak dapat untuk menjalankan desktop effects. Saya cukup kesal karena VGA Card laptop saya bukan onboard, menggunakan ATI Radeon Mobility X1300.

Kemudian, di web forum kampus kami (http://mail.del.ac.id/~gandhi/forum/index.php), salah seorang dosen kami membuat topik tentang mirror repositori linux ubuntu yang ada di kampus kami (http://repo.del.ac.id) sehingga untuk menginstall package-package menjadi sangat cepat karena website tersebut termasuk dalam intranet kampus kami. Kemudian saya mencoba menginstall ubuntu versi terbaru, 7.10 di PC saya yang ada di lab komputer. Proses instalasi berjalan dengan lancar dan hanya memakan waktu kurang lebih 1/2 jam saja (prosesor 1.7GHz dan RAM 768MB). Langsung saja saya mencoba menginstall package compiz dari add/remove program setelah sebelumnya mengatur setting repositori supaya tertuju ke repo.del.ac.id. Kemudian setelah diinstall, terdapat pilihan tambahan custom di bagian visual effects dari Appearance. Setelah dipilih, efek-efek yang sebelumnya saya lihat di internet dapat saya rasakan sendiri, seperti desktop cube, bentuk window yang elastis seperti karet, animasi ketika minimize/maximize, transisi antar desktop dan windows, dll. Semua membuat saya terkagum-kagum dengan efek-efek yang dihasilkan tersebut. Efek-efek tersebut dapat di kustomisasi melalui ccsm(compizconfig setting manager). Di ccsm tersebut terdapat ratusan pengaturan terhadap efek-efek yang ada.

Setelah penginstallan di PC yang berjalan lancar, saya mencoba menginstall di Laptop saya untuk merasakan sensasi desktop effects yang sama yang saya temukan di PC lab komputer. Instalasi masih berjalan cukup lama, kurang lebih 1 jam (mungkin memang sudah seharusnya menambah memori laptop :D) namun berjalan lancar. Semua aplikasi berjalan dengan baik dan setting network dan repositori berhasil. Tapi untuk desktop effects tidak dapat di enable, saya tidak tahu penyebabnya. Setelah saya Googling menggunakan keyword pesan yang ditampilkan akhirnya saya dibawa ke forum ubuntu yang mempunyai masalah yang sama dengan saya. Saya harus memodifikasi file konfigurasi dari compiz dan setelah merestart laptop saya akhirnya desktop effectsnya dapat ditampilkan. Saya senang sekali karena efek-efeknya lebih halus dan terlihat lebih cantik. Ada beberapa efek yang di PC lab komputer tidak dapat dijalankan, mungkin karena pengaruh VGA Card-nya juga. Contohnya efek air dan api di desktop, yang di laptop saya berjalan dengan lancar dan kelihatan seperti nyata.

Saat ini di komputer lab saya terinstall 4 sistem operasi, Linux Ubuntu 7.10, Linux Fedora Core 6, Windows XP Professional dan Windows Server 2003. Dengan harddisk hanya 30GB, saya hampir tidak memiliki ruang kosong lagi di harddisk saya, namun untunglah server menyediakan ruang 5GB di jaringan untuk setiap mahasiswa tingkat 3 jadi bisa menyimpan file-file yang tidak begitu penting untuk dipergunakan. Dan Windows XP pun sudah mulai jarang di-boot, dan lebih sering menggunakan Ubuntu untuk mengeksplor dari package-package yang disediakan. Mungkin suatu saat nanti Ubuntu/Linux akan menjadi sistem operasi utama yang saya gunakan, karena kita tidak perlu repot-repot membayar dengan harga yang mahal untuk mendapatkannya, padahal fitur-fitur yang tersedia sudah sangat lengkap setara dengan Windows.

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: