Indonesia(0) vs Korea Selatan(1)

July 19, 2007 at 9:30 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Akhirnya perjuangan tim Indonesia di turnamen piala Asia harus berakhir hari Rabu, 18 Juli 2007 setelah kalah dari tim Korea Selatan dengan skor 1-0. Dan kembali hari itu gw bersama teman gw yang lain (kali ini titui a.k.a Rateka dan J.M a.k.a Johannes) menonton langsung dari stadion Gelora Bung Karno. Antusiasme penonton yang tinggi untuk mendukung timnas sebenarnya sudah mulai kelihatan sehari sebelumnya, ketika itu gw harus mengantri sekitar setengah jam di bawah terik matahari hanya untuk mendapatkan tiket masuk. Padahal loket tempat gw mengantri hanya menjual tiket untuk kategori 1 dan kategori 2 yang harga tiketnya masing-masing Rp 200.000 dan Rp 75.000 tapi semakin siang semakin panjang antrian di loket tersebut. Setelah gw membeli 4 tiket yang berharga Rp 75.000 (si Rateka lagi-lagi mencoba menjadi calo, maka itu kami membeli tiket lebih), kita langsung pulang dan di perjalanan kami melihat loket yang menjual tiket untuk kategori 3 dan 4 (harganya masing-masing Rp 25.000 dan Rp 15.000) jauh lebih panjang antriannya, dan dari berita di teve banyak yang protes karena tidak kebagian tiket malah ada yang menunggu sampai malam di sana.

Keesokan harinya gw udah nganterin Rateka pagi-pagi ke tempat bus mangkal soalnya dia mau berangkat duluan ke Senayan, katanya sih dia mau beli tiket lagi (parah ni anak, dia bener-bener jadi calo he..he..). Gw sama Johan baru berangkat dari rumah naik sepeda motor jam 2 siang dan sampai di sana kira-kira jam 3-an. Seperti biasa, area Stadion sudah ramai dengan para supporter lengkap dengan atribut yang mereka kenakan/bawa padahal pertandingan baru dimulai jam 5 sore. Gw sama Johan ketemu Rateka dan dia sudah membeli 1 tiket lagi yang harganya Rp 75.000 tapi dia belum berhasil menjual kedua tiketnya ke penonton yang membutuhkan. Sementara itu, penonton yang kehabisan tiket berkumpul di salah satu loket dan mungkin karena kesal atau sengaja mereka memulai tindakan bodoh yang sepertinya sudah biasa kita lihat di teve/media lain. Pertama, mereka berteriak-teriak di depan loket meminta pintu dibuka, karena tindakannya sia-sia kemudian mereka membakar loket itu. Karena belum puas dengan membakar loket mereka lalu melempari loket dengan segala macam benda, mulai dari batu, botol minuman, bangku, dll. Kemudian petugas brimob mulai mendekat ke pagar dan tanpa banyak basa basi mereka menembakkan gas air mata ke kerumunan, dan dalam sekejap kelompok yang berkumpul di dekat loket langsung lari tunngang langgang. Ketika itu gw dan Johan udah menyingkir ke tempat yang cukup aman dan efek gas air mata yang ditembakkan ke udara mulai kami rasakan, yaitu mata kami terasa pedih. Gw langsung menutup hidung gw untuk meminimalkan rasa pedih itu, tapi si Johan udah ga tahan dengan pedih di matanya maka dia minta air minum untuk membasuh matanya. Ngomong-ngomong, baru kali itu gw rasakan efek dari gas air mata, dari jarak yang cukup jauh aja udah terasa banget pedihnya gimana kalau dari dekat ya?

Sejak kericuhan itu kami terpisah dengan Rateka, dan karena Johan udah ga sabar lagi nunggu akhirnya kami masuk duluan ke ring 2 stadion. Pemeriksaan cukup ketat, selain hanya penonton yang memegang tiket yang boleh masuk, tas yang gw bawa juga diperiksa dengan teliti sama petugas brimob. Begitu juga dengan ring 1, tiket dan tas juga diperiksa. Dan area terakhir adalah di gerbang masuk stadion, gw harus memindahkan air yang ada di botol ke kantong plastik yang udah disediakan. Kemudian kami mencari tempat duduk kami di baris MM dan di nomor bangku 25 dan 26, tidak begitu nyaman untuk melihat pertandingan karena lokasi kami berada di dekat sepak pojok tapi ini lebih baik daripada kategori 4 tempat gw menonton pertandingan sebelumnya karena jarak tempat kami duduk ke lapangan sudah lebih dekat. Seperti biasanya, sebelum pertandingan dimulai para pemain dari kedua tim melakukan latihan ringan dan sorakan penonton membahana di dalam stadion. Pertandingan kemudian dimulai tepat seperti yang tertera di dalam tiket, 17.20. Menit-menit awal sepertinya tim Indonesia bermain ngotot dan di bawah tekanan. Salah satu pemain Indonesia yang tidak terima dengan pelanggaran pemain Korea Selatan terlihat adu mulut dan mendorong kepala pemain Korsel tersebut. Beberapa kali wasit melihat pelanggaran dari pemain Indonesia cukup kasar, makanya kartu kuning untuk pemain Indonesia lebih banyak dikeluarkan wasit. Dari yang gw lihat, permainan Indonesia justru tidak lebih bagus ketika melawan Arab Saudi beberapa hari sebelumnya. Permainan kali ini monoton dan tempo permainan lambat tidak seperti melawan Arab Saudi yang tetap bermain cepat walaupun waktu pertandingan hampir habis.

Dan akhirnya gawang Indonesia kebobolan oleh tendangan pemain Korea Selatan sedikit dari luar kotak penalti. Kiper Markus Horison terkecoh dengan tendangan yang sebenarnya tidak terlalu keras tapi karena bola sempat membentur pemain Indonesia dan mengubah arah bola, kiper tidak sempat lagi menyelamatkan gawangnya. 1-0 untuk Korea Selatan. Skor tersebut tetap bertahan sampai babak pertama selesai. Di babak kedua beberapa peluang untuk tim Indonesia tetap tidak bisa mengubah kedudukan, gw aja yang ngeliatnya merasa kesal dan si Johan karena dia di samping gw dia harus rela kena luapan emosi gw. Dia pun keliatannya dah frustasi banget ngeliat permainan tim Indonesia malam itu sampai beberapa kali keluar teriakan-teriakan dari mulutnya (kadang-kadang dari mulut gw juga gitu sih, he..he..). Tapi penampilan kiper tim Indonesia malam itu cukup bagus, beberapa kali penyelamatan dilakukan olehnya. Kadang sampai keluar kotak penalti untuk membuang bola. Keputusan pelatih timnas, Ivan Kolev, untuk menggantikan kiper utama, Jendri Pitoy, dinilai cukup berani. Kembali ke pertandingan, tim Korea Selatan mulai terlihat membuang-buang waktu yaitu jarang melakukan serangan, kiper juga sengaja memperlambat permainan dengan lama menendang bola, atau pemain yang pura-pura cedera di tengah lapangan. Kalau sudah begitu, penonton mulai menyoraki dengan teriakan huu…. yang khas, he..he.. Wasit pun sampai perlu memberikan kartu kuning ke pemain Korsel untuk tindakan yang disengaja seperti itu.

Tambahan waktu 4 menit untuk injury time tetap tidak bisa merubah keadaan. Padahal penonton juga sudah memberikan dukungan habis-habisan di sisa waktu 4 menit tersebut. Euforia dan teriakan lebih dari 80.000 orang bikin merinding aja nih. Semua orang yang ada di dalam stadion ga berhenti-berhenti memberikan dukungannya dan tidak mau duduk sampai wasit meniup peluit panjang yang menandakan pertandingan berakhir. Ketika wasit meniup peluit panjang, kita semua pun kecewa, Indonesia kalah dan habis sudah harapan untuk dapat melanjut ke babak perempat final. Tapi salut untuk penonton dan supporter yang tetap memberikan tepuk tangan ketika pertandingan berakhir. Masih banyak penonton yang tidak meninggalkan tempat duduknya, mereka tetap memberikan dukungan kepada tim Indonesia dengan sorakan “Indonesia, plok..plok..plok..plok..plok”. Pemain tim Indonesia juga terlihat kecewa dan menyesal di tengah lapangan, beberapa duduk dan rebahan di rumput. Beberapa juga melambaikan tangan ke arah penonton sepertinya mengucapkan terima kasih atas dukungannya yang luar biasa juga minta maaf karena tidak dapat mengabulkan harapan para penonton. Presiden sampai turun ke lapangan dari tempat duduknya untuk menyalami dan tetap menyemangati para pemain tim nasional Indonesia. Gw pun bersama Rateka dan Johan masih ada di stadion sampai beberapa waktu, biasa, foto-foto dulu dong, he..he… Baru deh ketika lampu stadion mulai dimatikan kita baru keluar untuk pulang. Karena gw bawa motor jadi terasa gampang kali ini untuk pulang walaupun jalanan tetap ramai. Kita sempat mampir dulu ke sebuah kafe di daerah dekat rumah gw untuk istirahat, sekaligus makan dan minum. Sampai di rumah dah jam 11 malam kurang, abis itu mandi dan ga lama kemudian gw dah tidur deh….

Dari 2 pertandingan yang gw tonton secara langsung, walaupun kedua-duanya Indonesia kalah, tapi gw tetap puas bisa nonton pertandingan berkelas internasional ini secara langsung dari stadion Gelora Bung Karno. Walaupun setelah gw hitung-hitung, gak kurang dari Rp 200.000 duit gw habis buat beli tiket, kaus timnas, makan, minum, bensin, ongkos, dll. Duit jajan gw emang habis, tapi perasaan dan pengalaman yang gw rasakan ga bisa diukur hanya dengan uang, pokoknya ada kepuasan tersendiri deh. Mulai dari capeknya naik motor ke Jakarta (walaupun ini dah sering banget), jalan sama temen2, belajar jadi calo (he..he.., waktu itu gw juga bantuin Rateka jual tiket ke penonton yg butuh), hampir ga dapat bus pulang, ngantri panas2 “hanya” untuk dapetin tiket, sampai2 ngerasain gimana pedihnya mata ngerasain gas air mata (he..he.., ini norak banget ya?). Tapi yang paling seru ya gabung sama puluhan ribu orang, baik itu cewe-cowo, anak-anak-orang dewasa, bapak-bapak-ibu-ibu, yang ngerti bola sampai yang tidak mengerti sama sekali, dari presiden sampai pengamen, di satu stadion, yang semua mempunyai satu tujuan yaitu mendukung timnas bermain. Tim Indonesia memang masih jauh dari kualitas internasional, tapi dari turnamen piala Asia ini sudah mulai kelihatan ada peningkatan teknik bermain. Penonton juga oke, mulai bisa menerima kekalahan tanpa membuat kerusuhan yang ga ada untungnya itu. Dan katanya nih, baru sekarang ada antusiasme yang luar biasa untuk mendukung timnas, sampai mau mengantri begitu panjang untuk membeli tiket. Semoga aja deh pengurus PSSI dan timnas bisa meningkatkan lagi kualitas pemain-pemain kita dan menjadi yang terbaik setidaknya untuk level Asia Tenggara dulu. Bravo tim Indonesia!

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: