Naksir vs SENG

January 30, 2007 at 1:49 am | Posted in Fun | Leave a comment

Ternyata proses seseorang mulai dari jatuh suka sampai jatuh cinta bisa dihubungkan dengan salah satu matakuliah bidang informatika juga loh. Lebih tepatnya matakuliah Software Engineering. Loh kenapa? Soalnya ketika proses yang udah gw sebut itu terjadi, proses itu mempunyai fase-fase tertentu juga yang harus dijalani jika ingin hasil yang diterima itu baik.
Apa-apa aja sih fasenya:

1. Analysis. Yup, pertama-tama loe harus menganalisis segala requirement yang diinginkan oleh client, apa-apa aja yang dibutuhin client dalam sistem tersebut, tapi loe juga bisa nambahin fungsi tertentu juga yang dirasa bermanfaat buat client walaupun si client ga minta dibuatin fungsi itu. Kalo dalam real-world-nya nih, ketika loe(baca: gw) mulai menyukai seseorang, pertama2 gw harus mencari-cari dulu seluk beluk tentang dia, gimana sifatnya dia, trus apa-apa aja kebiasannya/hobinya, bahkan untuk hal detail sekalipun gw mesti mencari juga. Misalkan: apa lagu kesukaannya, terus siapa2 aja teman dekatnya, sampai no. sepatunya juga(hi..hi.., point yg terakhir mah boong deng, becanda doang!). Untuk tugas itu semua bisa dibebankan kepada System Analyst(kalo dalam real-world-nya kayak comblangnya gitu deh…). Eh, satu lagi requirement yang harus dipenuhi, yaitu cari/minta no handphonenya, biar komunikasi bisa lancar. Tapi, berdasarkan pengalaman gw ni, untuk tahap ini gw biasanya melakukannya sendirian, ga dibantuin siapa2. OK deh, setelah semua requirement udah selesai dianalisis, loe bisa lanjut ke tahap design.

2. Design. Nah, di fase design ini loe udah bisa mendapatkan gambaran sistem yang akan dibangun berdasarkan requirement yang udah didapat. Di sini juga udah dibikin Data Flow Diagram, yaitu Diagram Aliran Data(yee…ini si singkatannya.). He..he.., maksudnya DFD itu kayak gambaran proses ketika sistem dijalankan oleh user, yang dibuat secara sistematis (berurutan) langkah-langkahnya. Nah, kalo dihubung-hubungin dengan proses suka kepada seseorang maksudnya kayak gini: Sekarang loe udah bisa memikirkan apa-apa aja yang harus loe lakukan untuk mendapatkan perhatiannya. Misalnya: loe meng-sms dia sambil diselipi kata2 yang flirty tapi jgn sampai keterlaluan/ketauan bgt flirtynya, nanti dia malah kabur lagi, santai2 aja lah, trus misalnya dia suka lagu A, loe bilang aja ke dia “Eh, gw barusan denger lagu A nih, ternyata enak juga yah..”, nah pasti kan dia ngerespon tuh, soalnya kan selera lagu dia seolah-olah sama dengan gw. Di sini juga bisa dibikin DFD loh, DFD aja, ga usah pake Sequence Diagram soalnya kan kita ga memakai pendekatan Object Oriented, masih memakai Procedural Concept. Maksudnya DFD di sini kayak gini: misalnya loe udah sms/email dia, nah loe mesti mikirin kira2 topik apa ya yang mesti diomongin. Atau prosesnya dilakukan secara bertahap dan semakin meningkat, misalnya minggu ini loe cuma sms/email, minggu depan nelpon dia, minggu depannya lagi baru deh ngajak jalan bareng. OiA, ingat, semua proses yang ada di sini baru designnya aja, ga boleh langsung implementasi, makanya mesti dibuat semacam to-do list gitu. Lagian kan sesuai dengan salah satu prinsip design yaitu “Design is not coding(implementation), coding is not design”.

3. Implementation. Di fase ini nih, baru deh loe udah bisa memulai proses pembangunan sistem tersebut. Atau bahasa gampangnya, loe udah bisa memulai coding. Tentu saja, segala fungsi yang dibangun harus sesuai dengan apa yang ditulis di design. Mulai dari interfacenya, terus E.R Diagramnya, terus juga DFD-nya, dll. Kalo ga sama berarti programmnya tidak memenuhi standar SENG yang bagus. Nah, sama juga dengan real-worldnya, loe udah bisa mulai implementasi. Loe udah bisa “bergerak”, alias menerapkan jurus-jurus yang udah dirancang sebelumnya. Kalo di tahap ini semua rencana berjalan dengan lancar/sesuai dengan yang diharapkan, udah bisa dipastikan waktu testingnya nanti ga bakalan ada kendala. Biasanya, pengalaman gw, proses yang gw lakukan hanya berhenti sampai di sini. Soalnya kadang ada aja problem yang bikin tahap ini berjalan tidak sempurna, misalnya: grogianlah, khawatiranlah, dsb.

4. Testing. Ini dia tahap yang paling menentukan dalam pembangunan suatu sistem. Soalnya disinilah client akan mengatakan apakah dia menerima program ini atau tidak (user acceptance). Terus kalo masih ada yang salah/fungsi yang ga sesuai, maka bisa di debug dan diperbaiki fungsi yang ga sesuai itu. Masalahnya kalo di realworld, kita ga bisa ngulang buat memperbaiki kesalahan/sesuatu yang dia ga suka. Emangnya ada orang yang nembak cewe trus ditolak, trus beberapa hari kemudian datangi lagi tu cewe, trus nembak lagi sambil bilang kalo dia udah sesuai dengan apa yang si cewe pengen? Yang ada ditolak terus-terusan lah. Makanya ketika sampai di fase ini, mesti dipikirin matang2 dulu lah sebelum melakukan “testing” itu, tapi jangan terlalu lama juga di tahap implementasinya, nanti dia bakalan bingung dengan statusnya, soalnya dia merasa digantungin gitu. Yang penting “testing” aja dulu, urusan “client” menolak itu urusan belakangan. Masih banyak “client” lain kok.

5. Maintenance. Tahap ini bisa ga dikerjain jika client menolak sistem kita. Tahap ini gampang2 susah, soalnya sistem harus mengikuti perkembangan sekitar yang ada. Misalnya client ingin menambah suatu fungsi baru, maka bisa dilakukan di tahap ini. Begitu juga ketika ada disaster menyerang sistem kita, maka kita harus menyediakan backup sistem terbaru. Di realworld juga gampang2 susah, kalo udah kayak gini lebih enak memakai pendekatan Object Oriented. Soalnya salah satu alasan memilih OO adalah easy to maintain, selain reuseability sama scalabitity. Kalo misalkan pacar kita pengen ada sesuatu yang berubah dari kita, ya kita harus mengikutinya dong. Terus, backup juga perlu loh, maksudnya jika kita lagi dapet “disaster” dengan pacar kita, kita bisa break sebentar trus TP2 ke cewe lain, sebagai penyegaran gitu loh, tapi jgn diputusin dulu pacarnya, nanti kan kalo udah bosan dengan “backup”, kita bisa balik lagi ke “sistem” semula.

Nah, itu dia tahap-tahapnya mulai dari awal sampai akhir. Eh, tapi jangan dianggap serius loh. Semua itu cuma main-main dan becanda aja kok. Lagian matakuliah SENG gw aja ancur, gimana loe2 bisa percaya. Itu semua yang gw tulis di atas gw campur aduk semuanya, apa yang gw ingat aja tanpa memedulikan kebenarannya.Ciaow!!

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: