Kenapa semakin hari banyak orang yang putus asa?

June 1, 2006 at 7:20 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags:

SUKABUMI–MIOL: Diduga karena stres dengan penyakit epilepsi yang dideritanya sejak lama, Dian Herdian 33, warga Kampung Karang Hilir Rt.01/08 Desa Karang Tengah Cibadak Kabupaten Sukabumi Jabar, Kamis (1/6) pagi nekat terjun bebas dari atas jembatan kereta setinggi 30 meter.

Akibatnya, pria lajang tersebut mengagetkan sejumlah warga yang tinggal di jalur Kereta Leuwi Goong. Ia tewas seketika dengan tubuh nyaris hancur, setelah membentur bebatuan di Sungai Leuwi Goong. Para warga segera mengevakuasi mayat korban yang sempat tersangkut di bebatuan aliran sungai Leuwi Goong yang airnya tengah surut.

Sejumlah warga menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, di atas jembatan jalur KA Kemandoran Leuwi Goong sepanjang 70 meter.

“Kondisi korban sangat mengenaskan. Setelah terjun bebas dari ketinggian itu, tubuhnya langsung membentur batu-batu di bawah sungai sehingga kepalanya korban nyaris remuk, patah leher dan tulang belikat kiri menyembul keluar,” kata Royani, Mantri Polisi Cibadak, yang mengaku ikut mengevakuasi korban.

Sebelumnya, beberapa warga, sempat melihat korban tengah berjalan meniti jembatan tersebut dan dilanjutkan dengan aksi terjun bebas. Namun, sejumlah warga lainya menyebutkan, korban bisa saja terjatuh karena waktu itu penyakitnya kumat lantaran melihat ketinggian atau sengaja menerjunkan diri ke bawah.

Menurut, Royani, tubuh korban tidak sempat terbawa arus sungai. Karena, airnya dalam keadaan surut. “Bagian kepala korban nyaris remuk karena pelipis kanannya membentur batu.”

Korban dibawa ke RSUD Sekarwangi, untuk mendapatkan visum dokter. Namun, sejauh ini, tak seorang pun yang dapat memastikan apakah korban terjatuh atau sengaja bunuh diri. Tetapi warga hanya mengetahui, korban menderita penyakit epilepsi sejak kecil. Bahkan penyakit itu pula membuat korban belum menikah, meski adik-adiknya sudah berkeluarga.

Hal ini dibenarkan Onah 35 tetangga korban. Menurut dia, korban menderita penyakit ayan. Jika tak kambuh, korban tampak normal seperti warga lainya.

“Bahkan tadi pagi, sebelum kejadian, saya berpapasan dengannya. Tapi saya tidak melihat saat korban terjatuh. Hanya beberapa saat setelah itu, ada warga yang berteriak ada orang jatuh ke sungai,” katanya.

Hampir setiap hari korban pergi dari rumah pada pagi hari dan kembali sore hari dengan melewati jembatan itu. Karena itu, Onah tak menaruh curiga apapun ketika korban meninggalkan rumah dan akhirnya ditemukan tewas. (FZ/US/OL-02).

Hufff….., kalo bener orang itu bunuh diri karena stress, aku sangat prihatin. Mengapa akhir-akhir ini banyak orang yang dengan mudahnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya???

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: