Kebab Alibaba

July 25, 2007 at 11:56 pm | Posted in Uncategorized | 2 Comments
Tags:

Baru nyobain makanan baru yang kayaknya lagi ngetrend di sini, yaitu kebab. Yup, kayaknya udah lumayan banyak juga yang ngejual roti kebab ini. Sebenarnya ga baru-baru amat sih, beberapa tahun yang lalu juga dah pernah dengar dan melihat gerai kebab di mall, tapi baru kali ini gw nyobainnya.

Kebab yang gw coba ‘bermerek’ Kebab Alibaba, kebetulan di dekat rumah gw ada yang menjual kebab ini. Ada beberapa pilihan yang ditawarkan, ukuran kecil dan ukuran besar dan masing-masing harganya Rp 6.000 dan Rp 8.000. Dan kalau mau pakai keju harus menambah lagi Rp 1.000. Karena ini baru pertama kali gw beli, gw milih yang ukuran besar dan memakai keju, he..he..

Setelah menunggu cukup lama (karena saat itu ada beberapa pembeli lainnya), akhirnya gw menerima kebab sesuai pesanan gw. Setelah sampai di rumah langsung deh gw santap karena memang waktu itu gw juga dah lapar. Dari rasa sih kayaknya ga ada perbedaan kalau kita makan burger, karena isinya juga mirip-mirip dengan burger. Ada sayur sawi, trus bawang bombay, cuma kurang tomat doang. Trus pakai mayonaise dan saus sambal dan tomat juga. Mungkin dari dagingnya kali agak beda, karena kebab memakai daging domba yang digiling, yang diiris tipis-tipis dan dipanggang dengan cara digantung.

Dan dari roti yang digunakan juga beda, karena kebab menggunakan roti khas dari negara asalnya, Turki kalau ga salah. Yaitu roti pipih berbentuk lingkaran dan tidak mempunyai rasa alias tawar. Semua sayuran, saus, dan daging diletakkan di atas roti tersebut dan kemudian roti tersebut digulung sampai menyerupai bentuk lumpia.
Karena waktu itu gw memilih ukuran besar, lumayan juga sebagai pengganti makan malam karena setelah makan gw merasa kenyang. Buat gw yang baru pertamakali nyobain, lumayan juga lah buat gw, pokoknya mak…Nyuss™ he..he… Dan walaupun dari segi harga cukup mahal untuk gw, tapi ini tidak lebih mahal jika kita membeli dari gerai Doner Kebab yang ada di mal yang untuk ukuran besarnya bisa mencapai Rp 18.000.

Foto bisa dilihat di bawah ini:
Alibaba1
Alibaba2

Warnet-Warnet Yang Ada di Tangerang

July 25, 2007 at 9:16 pm | Posted in Curhat | 1 Comment

Selama liburan gw di Tangerang ini, hampir setiap hari gw pergi ke warnet buat browsing atau melakukan kegiatan lainnya yang berhubungan dengan internet. Kadang dari rumah juga sih, walaupun masih memakai koneksi dial-up dari telkomnet instan yang lambat itu ^_^’. Walaupun di sini warnet bertebaran dimana-mana yang setiap beberapa meter jalan pasti ketemu warnet, dan kalau untuk browsing aja lumayan cepat, tapi ada satu hal yang gw sayangkan, yaitu kecepatan downloadnya yang lambat. Iya, gw udah mencoba sekitar 5 warnet yang berbeda yang ada di daerah rumah gw tapi untuk mendownload sesuatu ga ada yang memuaskan. Kecepatan download berkisar rata-rata mulai dari 5-10 kbps dan kalau lagi beruntung bisa aja dapat 30-an kbps tapi itu ga stabil dan biasanya hanya malam-malam saja (jam 9 ke atas). Gw suka kesel aja kalau lagi download lagu yang besarnya kira-kira 5-6MB masak waktu yang diperlukan untuk mendownload sampai selesai sekitar 15-20 menit, gimana kalau mau download satu album? Berapa lama gw mesti di warnet itu? Memang sih, harga yang dipatok untuk warnet itu per jamnya bisa dibilang murah (sekitar Rp 3000), tapi kalau sampai menghabiskan biaya di atas Rp 10000, lebih baik gw beli mp3-nya yang dijual di pinggir-pinggir jalan itu yang harganya Rp 5000 per kepingnya, dan itu udah dapat beberapa album lagi.

Yah, gw juga maklum soalnya warnet di sini rata-rata masih pakai telkom speedy untuk koneksi internetnya. Walaupun mungkin sudah memilih paket yang unlimited dan kecepatannya sampai 384kbps, tetep aja lambat kalau koneksi itu dibagi-bagi untuk minimal 10 PC di satu warnet, apalagi kalau warnet tersebut sedang ramai sama pengunjung, wah makin terasa tuh lambatnya. Kalau sudah begitu ya gw harus sabar-sabar lah menjalaninya. Ngomong-ngomong tentang kesabaran, jadi ingin membandingkan dengan kondisi internet di kampus gw. Kalau di sini kecepatan download 5-10kbps termasuk lambat, di lab komputer kampus gw mungkin kecepatan segitu sudah menjadi anugerah yang luar biasa dari Tuhan Yang Maha Kuasa kali, he..he.. Bersyukur banget kalau bisa dapat kecepatan segitu untuk download di lab komputer, biasanya mah cuma dapat 0,1- 3kbps aja. Di mana lagi coba bisa download dengan kecepatan 0,1 kbps selain di lab komputer kampus gw?hua..ha..ha.. Sebenarnya gw juga sempat merasakan kecepatan broadband yang sesungguhnya (menurut gw), sewaktu port jaringan yang ada di Entrance Hall masih dibuka. Waktu itu gw pernah mendownload file puluhan megabyte dengan kecepatan rata-rata di atas 100kbps! Hanya dalam beberapa menit file tersebut selesai di download. Sayang, port tersebut cuma beberapa bulan saja dibuka, setelah itu tidak dapat digunakan lagi dan ditutup tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas.

Oh ya, selain itu warnet-warnet di sini kayaknya udah kompakan untuk melihara virus di setiap PC-nya. Hampir setiap warnet pasti gw temukan virus, dan kalau kita meng-copy file dari PC ke tempat penyimpanan lain (usb flashdisk contohnya) pasti ada file aneh, yang menyamarkan dirinya sebagai bentuk folder yang ikut ter-copy ke dalam flashdisk dan kalau kita hapus file aneh tersebut, maka secara otomatis dia akan membuat dirinya kembali. Antivirus yang terinstall di PC seperti menjadi tidak berguna. Entah karena jarang di-update atau memang antivirusnya yang tidak bisa mengenali virus-virus lokal ini, ga tau deh gw.

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.