Sampai Bertemu Lagi Pak Dosen

July 7, 2007 at 6:00 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Tags: ,

Kalau di postingan sebelumnya gw menuliskan tentang dosen yang melangsungkan pernikahannya, kali ini gw ingin menuliskan tentang acara perpisahan bersama dosen wali gw yang akan melanjutkan studi S2 ke ITB. Yup dosen wali gw, Pak Johannes akan melanjutkan studi mulai semester depan, jadi beliau tidak akan berada di kampus gw selama kurang lebih 2 tahun, makanya beliau merencanakan acara perpisahan ini bersama anak walinya kelas 2C. Sebenarnya agak mendadak juga, soalnya baru dikasitau 2 hari sebelum acara. Oleh karena itu, tidak semua anggota kelas 2C hadir di acara tersebut karena sudah ada yang keburu pulang duluan. Beberapa yang menghadiri acara perpisahan ini antara lain: gw, Alisyah, Ferry, Andry, Ganda, Tumpal, Eka cowo, Josua, Fransciscus, Leo, Debora, Eka cewe, Novella. Ferry Dingin dan Eka Samosir pun tidak mengikuti acara sampai habis karena waktu tidak memungkinkan buat mereka untuk mengikuti acara sampai selesai.

Hari Sabtu, jam 7.30 pagi kami sudah berkumpul di rumah Pak Jo. Saat itu kami berdiskusi bersama istri Pak Jo (Bu Silvi) mengenai apa-apa aja yang mau dibeli. Oh iya, rencananya memang acara panggang-memanggang, jadi Bu Silvi mencatat bahan-bahan yang mau dibeli mulai dari apa yang mau dipanggang, sampai bumbu-bumbu, sayuran, buah, dan juga minumannya. Ya udah, setelah semua jelas, maka para cewe (Debora, Eka, Novella) ditemani Raymond dan Leo menuju ke pasar Balige untuk membeli bahan-bahan yang sudah dicatat sebelumnya. Sedangkan sisanya mengangkat peralatan memanggang ke perumahan dosen yang tidak sedang ditempati karena kami akan melakukan acara di situ. Sekedar informasi, fasilitas yang ada di rumah dosen ini komplet banget mulai dari mesin cuci, kulkas, kompor gas, microwave, teve, komputer, dispenser. Blum lagi kamar yang luas dan nyaman. Pokoknya enak banget lah, atau fasilitas tersebut disediakan karena yang menempati rumah itu sebelumnya adalah Mr.Lenny, dosen dari Amerika Serikat yang sekarang dah balik ke negaranya? Yang jelas beda banget sama asrama yang dah satu kamar ditempatin 4 orang, nyuci baju sendiri, sampai kamar mandi yang kadang suka mati airnya.

Setelah 1,5 jam menunggu akhirnya mereka yang tadi ke pasar dah kembali. Dari yang mereka bawa sepertinya kita akan makan dengan porsi besar nih. Mereka membeli 6kg ikan, masing-masing 3kg untuk ikan mas dan 3kg untuk ikan mujair. Ditambah lagi dengan ayam, dan minumannya adalah sirup. Kami lalu langsung membagi tugas, cewe-cewe bertugas untuk membuat bumbu dan sambal dan juga sayurannya, sementara yang cowo bertugas membakar ikan setelah terlebih dahulu dibersihkan. Begitu juga dengan ayamnya, itu adalah tugas cowo-cowo untuk membakarnya.
Waktu kami mulai membakar ikan, keliatan deh mana yang dah biasa membakar ikan sama yang blum. Soalnya dari dua panggangan yang dipakai, ikan yang dipanggang sama fransciscus hasilnya panggangannya merata dan keliatan bagus. Dan dari panggangan yang lainnya, yang dipegang sama raymond dan ganda, parah banget!:D. Daging ikannya lengket ke besi panggangan, sehingga pas mau dibalik jadi susah dan akhirnya ikannya hancur deh, memprihatinkan kondisinya, he..he..
Kalo gw bagian ngipasinnya aja deh, untung ada kipas angin jadi lebih gampang dan ga perlu capek2 ngipas, cuma sebentar aja kipasnya diarahin ke arang langsung berubah jadi merah membara.

Di sela-sela membakar ikan, kami juga ikut merasakan hasil panggangan yang sudah jadi. Tapi ga semua kami makan, hanya yang gagal aja yang kami coba, sayang kalau yang hasilnya bagus dicoba sekarang, nanti pas makan udah ga ada lagi dong yang bagus. Oh ya, apalagi sambalnya juga udah ada yang selesai dibuat jadi kami mencoba bersama sambalnya juga. Gimana rasanya? Hmmm… untuk ikannya sih biasa-biasa saja, tapi untuk sambalnya, wuiihhh.. manthab bener. Enak deh pokoknya, rasanya khas sambal batak gitu, sanggup membuat rasa ikan bakar yang biasa-biasa saja menjadi enak. Lumayan lama juga kami membakar ikan, selain karena jumlah ikannya banyak juga karena setiap membakar butuh waktu sampai dengan 10 menit agar hasilnya merata dan penampilannya bagus. Setelah semua ikan selesai dibakar, maka kami ganti dengan membakar ayam. Pak Jo juga ikut membantu membakar ayam dan sepertinya beliau sudah berpengalaman nih dalam hal membakar ayam. Soalnya dari hasilnya, keliatan banget hasil bakarannya itu merata dan hampir tidak ada bagian yang gosong, gw aja waktu ngeliat hasilnya yang ditaro di meja makan langsung ngiler dan pengen cepet2 aja makan tuh ayam, he..he..

Kira-kira jam 14.30 semuanya dah beres, yang cewe juga dah selesai urusannya di dapur nyiapin nasi, sayur, sambal, buah dan ga lupa minuman. Akhirnya jam 3 kami dah bisa makan dan ngerasain apa yang dah kami kerjakan mulai pukul 10.00 tadi, lama yah? Semua yang ada di situ gw rasa dah pada kelaperan termasuk gw sendiri, apalagi paginya ga sempat sarapan dulu. Makanya gw ambil nasinya agak banyakan dikit, dan untuk ayamnya gw cari yang potongannya paling besar, he..he.. kalo ikan bakarnya sih gw ambil sedikit saja. Sayurnya, karena dibuat capcay dan di dalamnya ada baso dan udang gw ambil lumayan banyak juga, soalnya gw suka capcay sih.
Ternyata apa yang kami buat itu ga sia-sia oi, rasanya enak loh! Ayam bakarnya, dagingnya terasa empuk, mungkin karena sebelum dibakar ayamnya udah direbus dulu makanya terasa empuk. Tapi yang paling enak adalah sambalnya, rasa pedas dan asamnya pas banget. Katanya sih pakai andaliman, bahan yang biasa dipakai untuk membuat sambal khas batak. Makin selera aja gw makan waktu itu. Oh iya, nasinya sempat kurang loh, padahal Debora dah 2 kali masak nasi, jadinya Pak Jo nyuruh ciscus buat beli nasi ke warung makan dan ciscus pun menunda makannya, hmm.. padahal gw rasa dia juga sudah lapar soalnya banyak juga kerjaannya waktu itu.
Sebenernya gw pengen nambah, tapi karena ciscus blom datang juga dari warung beli nasi dan sepertinya sayur dan ayamnya sudah mau habis, ya ga jadi deh. Lagian dah cukup kenyang kok gw.

Setelah acara makan dan bersih-bersih selesai, pak Jo menyuruh kami semua untuk berkumpul di dalam rumah. Beliau mengatakan tentang kesan-kesannya selama menjadi wali kami selama 2 tahun. Dan kamipun mengobrol santai bersama beliau sampai pukul 17.00. Setelah itu kami bersiap-siap untuk pulang ke rumah masing-masing karena memang hari itu merupakan hari terakhir kami di asrama. Sebelumnya kami berfoto-foto dulu bersama beliau dan istrinya juga anaknya untuk kenang-kenangan kami. Hari yang melelahkan namun merupakan hari terbaik kami bersama dengan wali kami, karena kami tidak pernah mengadakan acara seperti ini bersama beliau sebelumnya. Mengenai pengganti wali kami, Pak Jo mengatakan bahwa kemungkinan besar Pak Ramot akan menggantikan beliau karena katanya saat ini memang giliran Pak Ramot menjadi wali karena belum pernah sekalipun Pak Ramot menjadi dosen wali.

Seperti itulah rangkaian acara yang kami lakukan hari ini. Terimakasih Pak Johannes, sampai kita bertemu lagi di lain kesempatan. God always bless you and your family.

/*OOT: hari ini keren banget tanggalnya, 07-07-07 :D */

Create a free website or blog at WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.